Perdagangan Internasional Terhadap Perekonomian Indonesia. NAMA: YESIKA YOSEFIA PARDEDE. NPM: 27215236. KELAS: 1EB17
Perdagangan Internasional Terhadap Perekonomian Indonesia
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan
oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan
bersama. Bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan didalam negeri, maka
perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks. Di banyak negara
perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan
GDP. Perdagangan internasional juga mendorong industrialisasi, kemajuan
transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multiasional.
Perdagangan luar negeri mempunyai pengaruh yang kompleks
terhadap sektor produksi dalam negeri yaitu
1. Spesialisasi produksi
Spesialisasi
plus dapat meningkatan pendapatan rill masyarakat, tetapi spesialisasi tanpa
perdagangan dapat menurunkan pendapatn rill masyarakat. Ada tiga keadaan yang
membuat spesialisasi tidak selalu bermanfaat bagi suatu negara. Keadaan ini
kemungkinan spesialisasi produksi yang terlalu jauh, artinya ada sektor
produksi yang terlalu terpusatkan satu atau dua barang saja. Ketiga keadaan ini
yaitu:
a. Keidakstabilan pasar luar negeri
b. Keamanan nasional
c. Dualisme
2. Kenaikan (investasi surplus)
Dengan
pendapatan rill masyarakat yang lebih tinggi berari negara mampu untuk
menyisihkan dana sumber-sumber ekonomi yang lebih besar bagi investasi.
3. Vent for surplus
Bahwa
pertunbuhan ekonomi terangsang oleh terbukanya daerah pasar yang baru. inti
dari proses “Vent For Surplus” ini tetap sama, baik dulu maupun sekarang yaitu:
sumber-sumber ekonomi yang tidak bisa dimanfaatkan kecuali apabila ada saluran
ke pasar dunia dan apabila modal asing diperkenankan masuk. Perbedaan pokoknya
adalah bahwa di masa lampau Negara-negar pemiik sumber-sumber alam tersebut
adalah Negara jajahan, sedangkan sekarang adalah Negara merdeka dengan
pemerintahan nasionalnya. Kunci daripada apakah proses “Vent For Surplus” ini
akan menghasilkan pembangunan ekonomi dalam arti sesungguhnya ataukah hanya
“pertumbuhan ekonomi” seperti yang telah terjadi di zaman lampau, terletak
ditangan pemerintah nasional. Mereka harus bisa meraih sebagian besar dari
manfaat perdagangan yang dihasilkan dan menggunakannya bagi kepentingan
pembangunan nasionalnya dalam arti yang sebenarnya
4. Kenaikan produktivitas
Produktivitas
adalah pengaruh yang sangat penting dalam perdagangan internasional dalam
sektor produksi. Dibedakan menjadi tiga sumber utama dari peningkatan
produktivitas dan efesiensi yang timbel oleh adanya perdagangan luar
negeri:
a. Economies of scale
b. Teknologi baru
c. Rangsangan persaingan
Dampak
positif perdagangan internasional bagi perekonomian Indonesia:
1. Terpenuhinya kebutuhan atas
barang dan jasa.
2. Meningkatksn produktivitas
usaha.
3. Devisa negara meningkat
4. Terbukanya lapangan kerja
5. Terciptanya persahabatan dan
kerja sama antarnegara di berbagai bidang.
6. Terdorongnya kegiatan ekonomi
dalam negeri.
Dampak
negatif perdagangan internasional bagi perekonomian Indonesia:
1. Mundurnya industri dalam
negeri, karena masyarakat lebih menyukai produk-produk yang diimpor dari luar
negeri. Hal ini menyebabkan pemerintah di berbagai negara melakukan kebijakan
proteksi. Kebijakan proteksi yang dikeluarkan pemerintah dapat berbentuk kuota,
tarif, dan subsidi.
2. Munculnya
ketergantungan terhadap negara-negara maju sebagai pemilik faktor-faktor
produksi. Dengan ada ketergantungan tersebut, negara-negara maju dapat
menetapkan kebijakan-kebijakan ekonomi yang merugikan negara berkembang seperti
Indonesia.
3. Mematikan
usaha-usaha kecil.
4. Pembayaran
antar negara sulit dan resikonya besar
Manfaat perdagangan internasional adalah sebagai
berikut:
1. Memperoleh
barang yang tidak dapat diproduksi di negeri sendiri
2. Memperoleh
keuntungan dari spesialisasi
3. Memperluas
pasar dan menambah keuntungan
4. Transfer
teknologi modern.
Banyak faktor pendorong suat negara melakukan
perdagangan internasional, yaitu:
1. Untuk
memenuhi kebutuhan barang dan jasa di negeri sendiri
2. Keinginan
memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara.
3. Adanya
perbedaan kemampuan kepuasan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengelola
sumber daya ekonomi.
4. Adanya
kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk
tersebut.
5. Adanya
perbedaan iklim, kekayaan sumber daya alam, tenaga kerja, budaya dan jumlah
penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan
produksi
6. Adanya
kesamaan selera terhadap suatu barang.
Tindakan dalam kebijakn-kebijakan perdagangan
internasional meliputi:
1. Tarif
Tarif adalah sejenis pajak yang dikenakan atas
barang-barang yang diimpor. Tarif spesifik dikenakan sebagai beban tetap atas
unit barang yang diimpor. Tarif old valorem adalah pajak yang dikenakan
berdasarkan persentase tertentu dari nilai barang-barang yang diimpor. Kedua
kasus dampak tariff akan meningkatkan biaya pengiriman barang ke suatu negara.
2. Subsidi
ekspor
Adalah pembayaran sejumlah tertentu kepada perusahaan
atau perseorangan yang menjual barang keluar negeri. Dampak dari subsidi ekspor
adalah meningkatkan harga dinegara pengekspor sedangkan dinegara pengimpor
harganya turun.
3. Pembatasan
impor
Adalah pembatasan langsung atas jumlah barang yang bole
diimpor. Biasanya diberlakukan dengan memberikan lisensi kepada beberapa
kelompok individu atau perusahaan.
4. Pengekangan
ekspor sukarela
Bentuk lainnya adalah VER. (voluntary restraint
agreement=ERA) adalah suatu pembatasan kuota atas perdagangan yang dikenakan
oleh pihak ngara pengekspor dan bukan pengimpor. VER memiliki keuntungan
politis dan legal yang membuatnya menjadi perangkat kebijakan perdagangan yang
lebih disukai. Namun dari sudut pandang ekonomi, pengendalian ekspor sukarela
sama dengan kuota impor dimana lisensi diberikan kepada pemerintah asing dan
VER selalu lebih mahal bagi negara pengimpor dibandingan dengan tariff yang
membatasi impor dengan jumlah yang sama.
5. Persyaratan
kandungan lokal
Merupkan pengaturan yang mensyaratkan bahwa bagian
bagian tertentu dari unit-unit fisik. Ketentuan kandungan local telah digunakan
secara luas oleh negara berkembang mengahlikan basis manufakturnya dari
perakitan kepada pengolahan bahan-bahan antara intermediate goods.
6. Subsidi
kredit ekspor
Semacam subsidi ekspor hanya saja wujudnya dalam
pinjaman yang di subsidi kepada pembeli.
7. Pengendalian
pemerintah
Pembelian di atur oleh pemerintah secara ketat dapat diarahkan
pada barang-barang yang di produksi di dalam negeri meskipun barang-barang
tersebut lebih mahal daripada yang impor.
8. Hambatan-hambatan
birokrasi
Globalisasi ekonomi adalah khidupan ekonomi global yang
bersifat terbuka dan tidak mengenal batas-batas territorial, atau kewilayahan
antara daerah yang satu dengan daerah yang lainnya. Sisi perdagangan dan
investasi menuju kearah liberalisasi kapitalisme sehingga semua orang bebas
untuk berusaha di mna saja dan kapan saja di dunia ini.
Sumber:


Komentar
Posting Komentar